inilah alasan kampung inggris tetap exist

Kampung Inggris – Tak sekalipun terasa jemu ketika menceritakan tentang Kampung Inggris yang diinisiasi oleh Mr. Kalend Osen. Terletak di wilayah desa Tulungrejo dan desa Pelem, Kecamatan Pare (Kampung Inggris), Kediri.

Kampung Inggris hadir menjadi pelita para anak bangsa yang ingin menimba Ilmu dan meraih kesuksesan. Lingkungan belajar yang kondusif dengan kultur masyarakat beraneka ragam membuat Kampung Inggris mendapat sebutan “Miniatur Indonesia” karena banyaknya para pendatang dari seluruh nusantara berduyun untuk belajar bahasa asing di tempat ini (Kampung Inggris).

Saat pertama kali mendengar istilah Kampung Inggris, yang terbesit di pikiran ialah segera mencari segala macam informasi berkaitan dengannya, bermacam-macam cara yang dipilih, mulai dari portal berita hingga sosial media.

Para anak bangsa yang penasaran pun akan menerima suguhan berbagai pajangan mengenai Kampung Inggris. Kemudian, seolah sedang ditarik untuk segera bergabung, karena adanya kesan bahwasanya berbicara bahasa Inggris itu mudah dan belajar di tempat ini (Kampung Inggris) menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Hingga tanpa disadari rasa penasaran itu berubah menjadi niat untuk mengembangkan diri serta terlibat secara nyata pada proses pembelajaran yang ada di Kampung Inggris.

Dengan pengalaman lebih dari 40 Tahun dan kini (Kampung Inggris) telah memiliki lebih dari 160 lembaga kursus yang berdiri, Kampung Inggris memiliki beragam metode pembelajaran untuk tetap mengutamakan efektivitas kecakapan berbahasa asing yang pada perkembangannya membentuk ciri khas masing-masing di setiap lembaga.

Hal ini lah yang membedakan Kampung Inggris dengan tempat pembelajaran di wilayah lain.

Kalau dilihat dari segi geografis dan fasilitas fisik penunjang yang ada didalamnya, Kampung Inggris perlahan-lahan bertransformasi menjadi lokasi pendidikan yang tak ubahnya seperti lingkungan kampus, namun masih dengan sistem pembelajaran yang mengedepankan intensitas pertemuan secara langsung antara guru (tutor) dengan murid.

Kampung Inggris akan tetap ada seiring dengan perkembangan zaman. Khususnya pada kemajuan teknologi dan pendidikan, namun tidak menutup kemungkinan pula jika suatu saat nanti Kampung Inggris tidak hanya abadi sebagai identitas akan sebuah tempat tapi juga menjadi sebuah semangat.

Semangat untuk tetap optimis dan tak pantang menyerah melakukan inovasi di antara keterbatasan yang selama ini menjadi persepsi bahwa bahasa asing adalah subyek pengetahuan yang hanya bisa dijangkau oleh pendidikan formal dan memerlukan biaya yang mahal.

Lebih dari itu, salah satu dari sisi lain dari pembelajaran bahasa asing yang ada di Kampung Inggris ialah interaksi seluruh pelaku yang ada didalamnya mencerminkan kekayaan bangsa Indonesia dengan segala kemajemukannya, wujud nyata dari Bhinneka Tunggal Ika, membangun solidaritas persaudaraan dan semestinya Kampung Inggris adalah aset nasional Republik Indonesia yang harus dijaga dengan cita-cita luhur serta mulia bahwa pendidikan adalah hak bagi seluruh bangsa.

Silakan berkunjung ke Kampung Inggris dan buktikan sendiri.
Share

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *